Jumat, 18 Mei 2012

BIDANG FISPRA BAPPEDA KOTA TERNATE: Manajemen Banjir Lahar Dingan Berbasis Kebencanaan...

BIDANG FISPRA BAPPEDA KOTA TERNATE: Manajemen Banjir Lahar Dingan Berbasis Kebencanaan...: Indonesia ....  seperti tak pernah lepas dari musibah bencana alam.  Sebanyak 84% wilayah Indonesia memang rawan bencana alam, mulai banjir...

Manajemen Banjir Lahar Dingan Berbasis Kebencanaan

Indonesia .... seperti tak pernah lepas dari musibah bencana alam. Sebanyak 84% wilayah Indonesia memang rawan bencana alam, mulai banjir, longsor, gempa, tsunami, angin topan, letusan gunung berapi, hingga kebakaran hutan. Kerawanan tinggi terjadinya bencana sampai saat ini tidak dibarengi dengan antisipasi manajemen risiko terhadap berbagai kerugian yang timbul, baik harta benda maupun jiwa. karena sampai saat ini belum ada asuransi mikro bencana alam yang melindungi penduduk di zona rawan bencana. 


oleh karena potensi bencana seperti Letusan Gunung berapi, banjir lahar dingin, tanah longsor,angin puting beliung,wabah demam berdarah,dan lain-lain perlu diinventarisir dan dipetakan, sehingga apabila sewaktu-waktu bencana menimpa, korban bisa ditangani secara cepat dan tepat, dalam upaya meminimalisir dampak yang mungkin ditimbulkan, baik harta benda maupun jiwa manusia.



Berkaca pada pengalaman yang telah dan sedang kita hadapi bersama, kita diharapkan selalu meningkatkan kewaspadaan, mengingat pemahaman kita selama ini, hanya bahaya primer Letusan Gunung Gamalama berupa awan panas yang menjadi perhatian utama, sementara bahaya sekunder berupa banjir lahar dingin masih kurang diperhatikan dan kurang kita antisipasi dampaknya.

Bahaya primer awan panas tentu tetap kita waspadai, mengingat kecepatan luncuran dan daya rusaknya amat besar, namun kenyataan dilapangan yang terjadi di kota ternate saat ini, menunjukkan bahwa banjir lahar dingin menjadi ancaman yang amat serius bagi keselamatan harta benda dan jiwa masyarakat.

Disamping itu durasi bencana banjir lahar dingin yang berlangsung dalam waktu yang sangat cepat sehingga tentunya akan memberikan dampak psikologis yang lebih lama dan lebih luas bagi masyarakat. sejatinya bencana tidak bisa kita cegah atau apalagi kita meramal atau memprediksi kapan terjadinya bencana tersebut. namun ada juga langkah-langkah yang bisa kita tempuh agar dapat mengurangi dampak dari bencana tersebut baik itu korban jiwa maupun harta benda.

Untuk itu perlu dilaksanakan pelatihan pencegahan dan kesiapsiagaan di kawasan rawan bencan Gunung Gamalama dan kepada masyarakat kota ternate. dan apabila memungkinkan dengan perkembangan teknologi dewasa ini pemerintah kota ternate dapat memasang alat atau sistem deteksi dan peringatan dini bencana alam khususnya banjir lahar dingin dari gunung Gamalama.

Dalam menghadapi situasi bencana, baik itu sebelum terjadinya bencana maupun pasca bencana, perlu adanya komitmen dari seluruh elemen bangsa baik itu pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, LSM serta seluruh masyarakat dengan tugas dan fungsinya masing-masing. dalam hal ini berup bantuan dana dari pemerintah pusat, rencana aksi dari pemerintah daerah, peran perguruan tinggi dan LSM dalam penelitian dan pemetaan daerah rawan bencana serta yang paling penting adalah keterlibatan masyarakat dalam hal menjaga kelestarian lingkungan.

Apabila kita berkaca dari negara jepang yang selalu mendapat musibah bencana gempa bumi dan tsunami, yang dilakukan oleh negara tersebut adalah pemerintah pusat dan daerah bertanggung jawab kepada rakyat dan masyarakat bekerja sama dengan pemerintah untuk lepas dari bencana. caranya adalah perguruan tinggi dan LSM melakukan analisa dan studi yang menyeluruh. namun yang harus diperhatikan adalah kesigapan dan tindakan setelah bencana adalah dua hal yang masih harus dimanajemen dengan baik.



Selasa, 15 Mei 2012

Laporan Monev



MAKSUD  DAN  TUJUAN

·     Melakukan Pemantauan, supervisi dan tindak lanjut penyimpangan terhadap pencapaian tujuan agar program dan kegiatan sesuai dengan kebijakan pembangunan daerah dalam pelaksanaan Kegiatan Pembangunan yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) setiap Tahun Anggaran.
·  Menginventarisasi masalah–masalah yang timbul dalam proses pelaksanaan kegiatan pembangunan yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK)  setiap Tahun Anggaran  yang meliputi realisasi pencapaian target,penyerapan dana, dan kendala yang dihadapi.
·   Mengumpulkan data informasi tentang presentasi kemajuan dari realisasi pelaksanaan kegiatan pembangunan yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK)  setiap Tahun Anggaran disertai dengan rekomendasi dan langkah-langkah yang diperlukan.

SASARAN MONITORING
Sasaran monitoring dan pemantauan ditujukan pada Lokasi Pelaksanaan Kegiatan Pembangunan Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK)  setiap Tahun Anggaran, untuk menginventarisasi hal-hal berikut :
Ø  Alokasi Kegiatan dan Realisasinya
Dapat mengetahui efektifitas dan efisiensi pelaksanaan program dan kegiatan.
Ø  Alokasi Dana dan Realisasinya
Dapat mengetahui realisasi penggunaan dana.

 TAHAPAN PELAKSANAAN MONITORING.
Adapun tahapan pelaksanaan monitoring dan pemantauan kegiatan pembangunan Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK)  setiap Tahun Anggaran , adalah sebagai berikut:
a.     Pembentukan Tim Survey
b.      Persiapan
c.      Survey Lapangan
d.      Diskusi Tim
e.      Pelaporan


METODE PELAKSANAAN

Metode yang digunakan dalam pelaksanaan Monitoring dan Pelaporan yaitu :
·     Melalui permintaan progress report  terkini baik fisik maupun keuangan kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pelaksana Kegiatan Pembangunan Kota Ternate.
·   Melakukan pemantauan lapangan ke lokasi–lokasi penerima kegiatan untuk mengetahui realisasi fisiknya.
·    Melakukan analisis hasil survey lapangan meliputi realisasi pencapaian target, penyerapan dana, dan kendala yang dihadapi untuk dijadikan bahan laporan pelaksanaan Kegiatan Pembangunan Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK)  setiap Tahun Anggaran ,

 

HASIL MONITORING DAN PEMANTAUAN

Hasil monitoring dan pemantauan dapat diuraikan berdasarkan program/kegiatan pada masing – masing SKPD dibawah Koordinasi bidang Perencanaan SDA & Kimpraswil  dari pelaksanaan Kegiatan Pembangunan Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK)  setiap Tahun Anggaran yang meliputi Nilai Kontrak, Volume, Waktu Pelaksanaan, Realisasi Fisik & Keuangan, Sumber Dana, Lokasi Kegiatan, serta Hasil Pengamatan berupa kendala yang dihadapi dan disertai dengan rekomendasi dan langkah-langkah yang diperlukan yang disusun sebagai berikut.





Apabila anda ingin mendapatkan  Buku Laporan Hasil Monitoring Bappeda Kota Ternate , saudara dapat melayangkan surat ke Bappeda Kota Ternate dengan Alamat :


Kantor Bappeda Kota Ternate
Jln. Cengkeh Afo No. 14 Ternate Tlp. (0921) 31215757  Fax. (0921) 3128640
Email : fispra_bappedaternate@yahoo.co.id

Check Price Kota Ternate


Pemerintah Kota Ternate Saat ini sedang menyusun buku Standar Satuan Harga (SSH) atau Check Price Kota Ternate, yang merupakan standar satuan harga tertinggi yang digunakan sebagai acuan dalam perencanaan pembangunan.



Apabila anda ingin mendapatkan  buku Standar Satuan Harga (SSH) atau Check Price Kota Ternate , saudara dapat melayangkan surat ke Bappeda Kota Ternate dengan Alamat :


Kantor Bappeda Kota Ternate
Jln. Cengkeh Afo No. 14 Ternate Tlp. (0921) 31215757  Fax. (0921) 3128640
Email : fispra_bappedaternate@yahoo.co.id

Harga Satuan Bangunan Gedung Negara (HSBGN)



Pemerintah Kota Ternate Saat ini sedang menyusun buku Harga Satuan Bangunan Gedung Negara (HSBGN)  Kota Ternate, yang merupakan standar satuan permeter harga tertinggi Bangunan Gedung Pemerintah, Pagar, Harga Satuan Jalan Setapak, Jalan Lingkungan, Talud serta Harga Satuan Saluarn yang digunakan sebagai acuan dalam perencanaan pembangunan.






Apabila anda ingin mendapatkan  buku Harga Satuan Bangunan Gedung Negara (HSBGN)  Kota Ternate  , saudara dapat melayangkan surat ke Bappeda Kota Ternate dengan Alamat :


Kantor Bappeda Kota Ternate
Jln. Cengkeh Afo No. 14 Ternate Tlp. (0921) 31215757  Fax. (0921) 3128640
Email : fispra_bappedaternate@yahoo.co.id

Senin, 14 Mei 2012

Dikumentasi Kegiatan

DOKUMENTASI KEGIATAN BIDANG FISPRA 
BAPPEDA KOTA TERNATE




Kantor Bappeda Di Lihat dari Udara.




Dok. Kegiatan Survey Investigasi Kelayakan Usulan Di Kecamatan Moti Tahun 2012



Dok. Kegiatan Penyusunan RTRW Kota Ternate Tahun 2011



Dok. Kegiatan Penyusunan RTRW Kota Ternate Tahun 2011




Dok. Kegiatan Usulan Pembangunan Armada Semut Kota Ternate Tahun 2011























































































RTRW Kota Ternate

Pemerintah Kota Ternate Saat ini sedang melakukan pemantapan guna mendapatkan persetujuan subtansi RTRW dari Kementerian Pekerjaan Umum, sehingga RTRW bisa di bawa ke Paripurna DPRD Kota Ternate untuk disetujui dan disahkan menjadi Perda yang berkekuatan hukum tetap.

Apabila anda ingin mendapatkan RTRW Kota Ternate, saudara dapat melayangkan surat ke Bappeda Kota Ternate dengan Alamat :


Kantor Bappeda Kota Ternate
Jln. Cengkeh Afo No. 14 Ternate Tlp. (0921) 31215757  Fax. (0921) 3128640
Email : fispra_bappedaternate@yahoo.co.id

Tugas Pokok dan Fungsi


URAIAN TUGAS BIDANG PERENCANAAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA ALAM DAN PERMUKIMAN PRASARANA WILAYAH


Bidang Perencanaan Pengembangan Sumber Daya Alam dan Permukiman Prasarana Wilayah Membawahi 2 Sub Bidang, Meliputi :

Tugas Dan Fungsi Bidang Perencanaan Pengembangan Sumber Daya Alam dan Permukiman dan Prasarana   Wilayah 

Tugas Bidang Perencanaan Pengembangan Sumber Daya Alam dan Permukiman dan Prasarana   Wilayah      :
    “Melakukan perumusan dan penetapan kebijaksanaan pembangunan, koordinasi dan pembinaan program perencanaan pembangunan bidang sumber daya alam dan pemukiman dan prasarana wilayah

Fungsi Bidang Perencanaan Pengembangan Sumber Daya Alam dan Pemukiman dan Prasarana Wilayah        :
a)      Penyusunan rencana kegiatan Bidang Sumber Daya Alam dan Pemukiman dan PrasaranaWilayah
b)      Penyusunan bahan petunjuk teknis operasional di bidang perencanaan pengembangan sumber daya alam, permukiman dan prasarana wilayah.
c)      Pengolahan dan penganalisaan data perencanaan pembangunan bidang sumber daya alam, permukiman dan prasarana wilayah.
d)     Pelaksanaan inventarisasi permasalahan perencanaan pembangunan di bidang sumbner daya alam, permukiman dan prasarana wilayah serta perumusan langkah-langkah pemecahan masalahnya.
e)      Pelaksanaan koordinasi dengan instasi terkait dalam rangka perencanaan pembangunan bidang sumber daya alam, permukiman dan prasarana wilayah.
f)       Penyelenggaraan evaluasi kegiatan pembangunan bidang sumber daya alam permukiman dan prasarana wilayah .
g)      Penyusunan laporan pelaksanaan tugas.
h)      Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan.



Rincian Tugas dan Fungsi           :  

·         Melakukan Koordinasi dengan Dinas / SKPD terkait, dalam melaksanakan penyusunan program dan kegiatan Tahunan Kota Teranate.
·       Melaksanakan Monitoring dan Evaluasi program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas/SKPD terkait.
·           Melakukan penyusunan Dokumen-dokumen Perencanaan terkait dengan Tupoksi Bidang.
·           Membuat laporan  yang terkait dengan  kegiatan pada bidang.


Disamping Tugas pokok dan fungsi Bidang Perencanaan Pengembangan Sumber Daya Alam dan Prasarana Wilayah, terdapat juga tugas dan fungsi 2 Sub. Bidang Yakni :


Tugas dan Fungsi Sub Bidang Permukiman dan Prasarana Wilayah

Tugas Sub Bidang Pemukiman dan Prasarana Wilayah  :
Menyiapkan bahan koordinasi dan perencanaan program pembangunan bidang pemukiman           dan prasarana wilayah.

Fungsi Sub Bidang Pemukiman dan Prasarana Wilayah :
a)      Penyusunan rencana kegiatan Sub Bidang Perencanaan Permukiman dan Prasarana Wilayah
b)      Penyiapan bahan penyusunan petunjuk teknis operasional di bidang permukiman dan prasarana wilayah
c)      pengumpulan dan pengolahan data perencanaan dan program pembangunan bidang pemukiman dan prasarana wilayah. 
d)     Penyiapan bahan koordinasi perencanaan pembangunan permukiman dan prasarana wilayah.
e)      Pelaksanaan inventarisasi permasalahan pembangunan bidang permukiman dan prasarana wilayah.
f)       Penyiapan bahan penyusunan perencanaan pembangunan di bidang permukiman dan prasarana wilayah
g)      Pelaksanaan pengawasan dan pengendalian perencanaan pembangunan bidang pemukiman dan prasarana wilayah.
h)      Pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan tugas
i)               Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan

Rincian Tugas dan Fungsi :

a) Melakukan koordinasi dengan dinas terkait menyangkut dengan perencanaan pengembangan prasarana dan  permukiman dan prasarana wilayah Kota Ternate.
b)    Melaksanakan kegiatan pada Sub Bidang perencanaan pemukiman dan prasarana wilayah baik yang bersifat Normatif maupun penyusunan Dokumen perencanaan tahunan.
c)   Melakukan koordinasi dan kerja sama dengan Instansi terkait dalam penyusunan Dokumen-dokumen perencanaan Tata Ruang, Transportasi, dokumen ke PU-an, dokumen Standarisasi Barang dan Harga Satuan Bangunan. 


Tugas dan Fungsi Sub Bidang Perencanaan Sumber Daya Alam

Tugas Sub Bidang Perencanaan Sumber Daya Alam :
Menyiapkan bahan koordinasi dan perencanaan program pembangunan bidang sumber daya alam.

Fungsi Sub Bidang Sumber Daya Alam :
a)      Penyusunan rencana kegiatan Sub Bidang Sumber Daya Alam
b)      Penyiapan bahan penyusunan petunjuk teknis operasional di bidang sumber daya alam.
c)      Pengumpulan dan pengolahan data perencanaan dan program pembangunan bidang sumber daya alam
d)     Penyiapan bahan inventarisasi permasalahan perencanaan pembangunan di bidang sumber daya alam dan menyiapkan langkah-langkah pemecahannya.
e)      Penyiapan bahan koordinasi perencanaan pembangunan bidang sumber daya alam
f)       Penyiapan bahan penyusunan perencanaan pembangunan di bidang sumber daya alam.
g)      Pelaksanaan pengawasan dan pengendalian perencanaan pembangunan bidang sumber daya alam Pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan tugas
h)      Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan.

 Rincian Tugas dan Fungsi :

a)      Melakukan koordinasi dengan dinas terkait menyangkut dengan Bidang Sumber Daya Alam Kota Ternate.
b)  Melaksanakan kegiatan pada Sub Bidang Sumber Daya Alam, baik yang bersifat Normatif maupun penyusunan Dokumen perencanaan tahunan.
c)  Melakukan koordinasi dan kerja sama dengan Instansi terkait dalam penyusunan Dokumen-dokumen perencanaan dibidang Lingkungan Hidup, Kepariwisataan, Kebersihan dan Perhubungan.

SKPD dibawah Pembidangan Perenc. SDA dan Kimpraswil adalah :

1. Dinas Pekerjaan Umum Kota Ternate 
2. Dinas Perhubungan Kota Ternate
3. Dinas Tata Kota dan Pertamanan Kota Ternate
4. Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Ternate
5. Dinas Kebersihan Kota Ternate
6. Badan Lingkungan Hidup Kota Ternate
7. BPBD Kota Ternate
8. Kantor  Pemadam Kebakaran Kota Ternate

admin fispra



Nama : Abdullah Syakir
Tempat Tanggal Lahir : Ternate, 18 Juli 1980
Alamat Kantor : Jalan Cengkeh Afo No. 14 Ternate
Nomor Telepon/HP : 081356478393
Email : rental_secret@yahoo.co.id/fispra_bappedaternate@yahoo.co.id




Rabu, 09 Mei 2012



TEMPO.COTernate - Pemerintah Kota Ternate menetapkan status siaga banjir lahar dingin Gunung Gamalama. Oleh karena itu warga di tiga kecamatan di Kota Ternate yang menjadi jalur lahar dingin diminta waspada.

Burhan Abdurahman, Wali Kota Ternate, mengatakan penetapan status siaga karena curah hujan beberapa hari ini yang masuk kategori tinggi. Maka agar warga tetap waspada, peringatan harus disampaikan.

"Jadi warga di tiga kecamatan yang terancam banjir lahar dingin di Kecamatan Ternate Utara, Ternate Tengah, dan Kecamatan Pulau Ternate diimbau untuk waspada," kata Burhan yang dihubungi Tempo, Rabu, 9 Mei 2012

Data pemerintah kota, setidaknya ada delapan jalur aliran lahar dingin. Hingga kini delapan jalur tersebut masih berfungsi. "Jalur ini memang sudah menjadi jalur utama aliran lahar setiap Gunung Gamalama meletus," ujar dia.

Sementara untuk wilayah yang relatif aman umumnya berada di wilayah selatan kota lantaran tidak ada jalur aliran lahar Gunung Gamalama. "Tapi warga Ternate tetap diminta waspada. Jangan dekati kawasan yang telah ditetapkan sebagai kawasan rawan bencana," Burhan menuturkan.

Pemerintah Kota Ternate saat ini telah membentuk pos di kawasan rawan bencana. Pada Rabu, 9 Mei 2012, pukul 02.00 dini hari, banjir lahar dingin Gamalama menerjang dua kecamatan di Kota Ternate. Akibatnya lima orang dinyatakan tewas dan puluhan rumah rusak berat. Selain itu banjir lahar dingin Gunung Gamalama juga menyebabkan puluhan warga mengungsi...


"RENUNGAN UNTUK KITA SEMUA"
inilah berita yang menghiasi beberapa media informasi baik itu baik itu media cetak maupun media elektronik. disini kita dapat melihat betapa DAHSYAT "NYA" peringatan dari Allah SWT kepada kita semua. ini bisa jadi bencana atau hanya merupakan teguran kecil dari-NYA.
sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa sejak terbentuknya Provinsi Maluku Utara pada Tahun 1999, sejak saat itulah   kota ternate mulai berkembang menuju kota metropolitan dan mampu menyamai kota-kota yang ada di indonesia. namun permasalahan yang timbul yang diakibatkan oleh kemajuan dari sebuah kota mandiri atau kota metropolis tidak dibarengi dengan penataan kota yang baik sehingga memicu beberapa permasalahan yang bisa meluas yang diakibatkan oleh bencana alam. ternate yang dulu kita kenal sangat banyak pepohonan di sebagian lereng gunung di tiga kecamatan yaitu ternate Tengah, Selatan dan utara kita sudah berganti dengan " pohon Beton " (permukiman baru) yang tidak memperhatikan bahwa dimana daerah-daerah tersebut adalah merupakan kantong-kantong dari daerah resapan air yang sudah terbentuk secara alami sejak dari dulu. sehingga mengakibatkan air tidak dapat meresap kedalam tanah. dan semua air hujan yang keluar langsung menuju ke Barangka atau kali mati sehingga apabila terjadi hujan yang cukup lama dan curah hujan yang cukup tinggi maka debit air yang keluar akan meluap dan apabila di tambah lagi dengan turunnya lahar dingin yang membawa material batu dan pasir serta pepohonan maka areal bencana akan semakin luas dan pasti memakan korban lebih banyak lagi baik itu korban Jiwa maupun harta benda dan lain-lain.... untuk itu marilah kita merenungi atas apa yang telah menimpa kita dan semoga kita semua dilindungi oleh Allah SWT.... amin..       

Selasa, 08 Mei 2012

Rawan Bencana Gunung Gamalama

SUMBER RTRW KOTA TERNATE 
 Kawasan rawan bencana gunung berapi Gamalama di Kota Ternate meliputi daerah rawan I, rawan II dan rawan III.
1.  Kawasan rawan bencana terhadap aliran masa, berupa lahar/banjir, kemungkinan perluasan awan panas serta aliran lava dan rawan bencana terhadap hujan abu, tanpa memperhatikan arah tiupan angin dan kemungkinan lontaran batu (pijar) dengan radius 4.5 Km. Kawasan rawan bencana gunung berapi kategori rawan I terdapat di Kelurahan Dufa-dufa, Tabam, Tubo, Kulaba, Bula, Tobololo, Takome, Lotto, dan kelurahan Togafo. Khusus untuk Kelurahan Kulaba, harus diwaspadai terhadap bahaya banjir pada musim penghujan. Disamping itu, pemukiman yang juga harus waspada terhadap kemungkinan perluasan lahar adalah Kelurahan Taduma, Dorpedu, Kastela dan Kelurahan Toboko. dengan luas kurang lebih 1028,29 ha Ha
2.   Kawasan rawan bencana gunung berapi kategori rawan II terdapat di sungai/barangka tepatnya di kelurahan Sulamadaha hingga bagian timur laut yang berbatasan dengan sungai Togorara. Alur sungai yang termasuk kedalam kawasan ini adalah sungai Togorara, sungai Kulaba, sungai Sosoma, sungai Ruba, sungai Kelawa, sungai Tareba, sungai Piatoe, sungai Taduma dan sungai castela. Pemukiman yang mungkin terancam terhadap bahaya lahar adalah Kelurahan Tubo, Tafure, Kulaba, Tobololo, Takome dan Kelurahan Loto, rawan bencana terhadap lontaran batu (pijar), Hujan abu lebat adalah kelurahan Foramadiyahi, Marikurubu  (lingk. Air Tege-Tege, Lingk. Tongole), Buku Bendera dan Kelurahan Moya dengan luas kurang lebih 1525,18 Ha
 3.  Kawasan bencana III adalah kawasan yang letaknya terdekat dengan sumber bahaya dan sering terlanda awan panas, lontaran atau guguran batu (pijar) dan aliran lava. Berhubung sangat tinggi tingkat kewaspadaannya maka kawasan ini tidak diperkenankan untuk hunian tetap.
Sebagian alur sungai utama yang termasuk kedalam daerah ini dan merupakan sarana air untuk material letusan yang bersifat aliran adalah : Sungai Piatoe, Sungai Tareba dan Sungai Takome, sungai Sososma, Sungai Ruba, Sungai Kulaba, serta sungai Togorara. Sedangkan untuk daerah sangat rawan terhadap material lontaran atau guguran batu (pijar), meliputi daerah puncak dengan radius 2.5 km dari pusat letusan (Kawah * Gn. Arfat). Didalam kawasan rawan bencana III ini tidak terdapat pemukiman